Langsung ke konten utama

Visual Encountering Survey (VES)



Matode VES sebenarnya bisa digunakan untuk survey bermacam-macam satwa, namun metode ini lebih ditekankan penggunaanya untuk herpetofauna.
Metode VES yaitu perhitungan secara visual (metode ini gabungan dari transek dan eksplorasi)
Kelebihan metode VES
1.       Metode ini cocok untuk mendata micro habitat
2.       Dilakukan dengan cara menyusuri badan air
3.       Dapat digunakan di berbagai macam tipe habitat
Kekurangan metode VES yaitu data tidak mencerminkan keadaan populasi, misalnya kepadatan karena metode ini tidak menghitung jumlah
Metode VES merupakan pilihan yang efektif untuk membuat/menampilkan list data jenis herpet dengan cepat.
Adapun perlengkapan yang dibutuhkan yaitu headlamp dan fieldguide,
Teknik VES
1.       Studi pendahuluan, tujuannya yaitu agar mengetahui kondisi real dilapangan, seperti menentukan spot pengamatan
2.       Pembuatan jalur pengamatan yaitu 400 meter untuk aquatic dan 800 meter untuk terrestrial
3.       Pengumpulan dan penangkapan sampel
                                 I.            Malam 20.00 – 23.00
                               II.            Siang 08.00-11.00
4.       Satwa dimasukkan ke dalam kantong invent
5.       Untuk reptile data yang didapatkan
                                 I.            ID atau nama
                               II.            Jenis kelamin
                             III.            SVL (snout –vent length)
6.       Buku field guide
7.       Setiap pengulangan pengukuran suhu dilakukan pada titi dana tau jam yang sama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Jati (Tectina grandis)

BAB I PENDAHULUAN   1.1   Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan tertentu.  Pada beberapa kasus kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan.  Dewasa ini penggunaan kayu sudah beralih ke bahan kontruksi lain yang lebih mudah didapatkan. Namun walaupun bahan kayu sudah semakin sulit didapat masih ada beberapa peminat kayu sesuai keperluannya. Karena itulah makalah ini mengangkat tentang kayu sebagai bahan referensi untuk pertimbangan mengggunakan kayu dengan jenis dan ukuran seperti apa. Tumbuhan berkayu muncul di alam diperkirakan pertama kali pada 395 hingga 400 juta tahun yang lalu. Manusia telah menggun...

Model pelaksanaan konservasi Elang Bondol (Haliastur indus) dengan tipe 6 kandang

Model pelaksanaan konservasi Elang Bondol ( Haliastur indus ) dengan tipe 6 kandang Perkandangan berfungsi untuk menyediakan ruang hidup bagi satwa, melindungi satwa dari panas matahari, dingin, angin dan hujan, melindungi satwa dari bahaya dan gangguan luar serta untuk memulihkan keadaan satwa sehingga mempermudah pengelolaan. 1. Kandang Sanctuary Kandang sanctuary ditujukan untuk memelihara elang yang tidak dapat dilepasliarkan ke alam akibat sakit atau ketidaksempurnaan tubuhnya. Di Pulau Kotok Besar terdapat 3 kandang sanctuary yang terdiri dari dua kandang elang bondol dan satu kandang elang-laut perut-putih. Gambar 1 . kandang Sanctuary   Di dalam kandang sanctuary masing-masing terdapat batang tenggeran, kolam pakan dan air bersih, serta batang pohon yang diatur seperti pohon. Fungsi lain dari kandang sanctuary adalah untuk pendekatan pendidikan lingkungan dan memberikan informasi serta pengetahuan kepada masyarakat mengenai burung elang. 2. Kandang...

Karbohidrat Dalam Tanaman

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI POHON Karbohidrat Dalam Tanaman Nama : Habibullah Nim : D1D016004 PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS JAMBI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang             Fotosintesi pada tanaman tidak lepas dari pigmen klorofil, fosontesis terjadi pada daun dan disini juga terjadinya penimbunan pati. Saat kondisi lingkungan gelap maka terjadi translokasi pati ke organ-organ lain yang digunaakan sebagai bahan dasar dalam proses metabolisme lain (baik anabolisme maupun katabolisme). Sehingga dipagi hari timbunan pati yang ada pada daun tidak ditemukan lagi.             Alkohol merupakan pelarut pigmen klorofil, sehingga kasus klorosis yang terjadi pada sistem perakaran tanaman diakibatkan   alkohol yang terakumulasikan didalam daun.      ...