Langsung ke konten utama

Karbohidrat Dalam Tanaman


LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI POHON

Karbohidrat Dalam Tanaman



























Nama : Habibullah

Nim : D1D016004

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS JAMBI




I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Fotosintesi pada tanaman tidak lepas dari pigmen klorofil, fosontesis terjadi pada daun dan disini juga terjadinya penimbunan pati. Saat kondisi lingkungan gelap maka terjadi translokasi pati ke organ-organ lain yang digunaakan sebagai bahan dasar dalam proses metabolisme lain (baik anabolisme maupun katabolisme). Sehingga dipagi hari timbunan pati yang ada pada daun tidak ditemukan lagi.

            Alkohol merupakan pelarut pigmen klorofil, sehingga kasus klorosis yang terjadi pada sistem perakaran tanaman diakibatkan  alkohol yang terakumulasikan didalam daun.

            Pati atau amilum memiliki sifat yang khas, antara lain yaitu apabila ditambahkan larutan yodium akan berwarna biru atau ungu.

1.2 Tujuan

            Tujuan dari praktkum ini yaitu untuk mengamati simpanan pati pada daun.






II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat

            Praktikum ini dilakukan pada hari selasa 23 oktober 2018 pukul 09.00 WIB. Di laboratorium fisiologi tumbuhan Universitas Jambi

2.2 Alat dan Bahan

            Alat :

·  Alumanium foil / kertas timah

·  Penjepit/klip

·  Waterbath

·  Petridisk

·  Gelas kimia

·  Pinset

Bahan :

·  Daun Sungkai (Peronema cenescens)

·  Daun Singkong

·  Daun Angsana

·  Daun Jambu biji

·  Daun Mahoni

·  Daun Durian

·  Alkohol 95%

·  Larutan J-KJ

·  Aquades

*) daun diatas merupakan daun daun segar yang tidak ternaungi yang telah ditutupi kertas alumimium foil selama 2 hari.

2.3 Cara Kerja

1.      Daun yang sudah ditutupi aluminium foil dibawa keruangan praktikum

2.      Gunting ujung daun yang tidak tertutupi aluminium foil

3.      Alkohol 95% dimasukkan dalam gelas ukur sebanyak 400 ml dengan suhu 110 pada waterbath

4.      Masukkan daun tersebut

5.      Siapkan petridisk

6.      Panaskan air aquades sebanyak 400 ml dengan suhu yang sama di waterbath

7.      Siapkan larutan J-KJ 100 ml, masukkan dalam gelas ukur besar

8.      Siapkan air aquades 200 ml pada dalam gelas ukur

9.      Setelah 20 menit perebusan daun menggunakan waterbath dan air aquades juga maka pindahkan daun dari alkohol ke air panas menggunakan pinset

10.  Setelah daun dipindahkan ke air panas pindahkan lagi daun tersebut ke gelas yang berisi caira J-KJ ( tujuan larutan J-KJ ini yaitu untuk menentukan kandungan amilum yang ada pada daun.

11.  Lalu celupkan ke aquades kerinngkan airnya, masukkan ke petridis, dan perhatikan






III. HASIL

3.1 Hasil

 



Gambar 1. Daun durian                                        gambar 2. Daun mahoni



3.2 Pembahasan

Proses fotosintesis merupakan suatu proses mereaksikan karbondioksida dan air (menjadi karbohidrat dengan menggunakan energi cahaya). Proses fotosintesis umunya berlangsung pada tumbuhan berklorofil di siang hari ketika ada cahaya matahari. Fotosintesis juga dapat berlangsung pada malam hari jika ada sumber cahaya misalnya cahaya lampu. Bagian daun yang terkena cahaya akan mengalami reaksi fotosintesis dan membentuk amilum sedangkan bagian daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan melakukan reaksi fotosintesis  sehingga amilum tidak akan terbentuk.

Pada praktikum ini mengenai karbohidrat dalam tanaman yaitu untuk mengetahui simpanan amilum dalam daun mahoni (Swietenia mahagoni) dan daun durian (Durio zibethinus) yang belum diambil dari tanamannya. Daun di-bungkus di bagian tengah daun dengan menggunakan alumunium foil selama 2 hari yang bertujuan untuk menghalangi terjadi fotosintesis yang disebabkan klorofil yang tidak mendapatkan cahaya matahari akibat alumunium foil dan menghalangi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Setelah 2 hari daun tersebut dipetik dari tanaman dan alumunium foil pada daun di buka, kemudian daun di digunting bagian pinggirnya dan masukkan ke dalam alkohol 95% yang sudah mendididh. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan atau melarutkan sel-sel tanaman dan melunakkan jaringan daun. Warna daun yang berwarna hijau tua menjadi hijau muda sehingga dengan mudah melihat perbandingan amilum pada daun. Daun yang telah direbus dengan alkohol kemudian dicuci dengan air panas agar menghilangkan alkohol pada daun. Setelah daun direbus dalam air, kemudian dicuci dengan menggunakan air, daun dimasukkan kedalam petridish kemudian direndam dengan menggunakan larutan JKJ. Larutan JKJ berfungsi untuk melihat pembentukan amilum dalam daun. Iodium akan berikatan dengan amilum sehingga membentuk warna ungu. Pembentukan warna ungu pada bagian yang tidak ditutupi alumunium foil menunjukkan terjadinya fotosintesis sehingga membentuk amilum sedangkan bagian tengah daun yang ditutup alumunium foil berwarna kekuningan yang menunjukkan tidak adanya amilum yang terbentuk karena fotosintesis tidak terjadi pada bagian tersebut.

Karbohidrat utama yang tersimpan pada tumbuhan dalam bentuk pati dan selulosa. Pati atau amilum banyak tersimpan pada kloroplas daun yang juga merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai sistem membran dalam. Membran ini terorganisasi menjadi kantong pipih berbentuk cakram yang disebut tilakoid. Tiap-tiap tilakoid merupakan ruang tertutup dan berfungsi sebagai tempat pembentukan ATP. Di sekeliling tilakoid terdapat cairan yang disebut stroma yang berperan dalam reaksi fotosintesis.

Karbohidrat tersimpan dalam bentuk amiloplas yang terbentuk sebagai hasil translokasi sukrosa atau karbohidrat lain dari daun. Pengangkutan amilum dari sel ke sel adalah dalam bentuk gula karena gula larut dalam air.  Amilum terdiri atas 2 bagian, yaitu amilosa dan amilopektin.  Amilosa lebih mudah larut dalam air. Untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam tanaman dapat dilakukan suatu pengujian. Amilosa bereaksi dengan Iod (I) menghasilkan perubahan warna komplek merah ungu. Warna ini ditimbulkan oleh ikatan lemah diantara molekul pati atau amilum dan Iod.






IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

            Praktikum yang kami lakukan tidak berhasil dikarenakan ada beberapa faktor yaitu kurang lamanya perebusan sehingga daun masih berwarna hijau dan krolofil-klorofilnya belum larut, yang mana jika nanti dicuci mamakai air panas dan perendaman menggunakan larutan J-KJ maka tidak akan berproses dengan baik dan maksimal. Faktor yang kedua yaitu selama penutupan menggunakan alumanium foil cuaca tidak senunya mendukung yaitu ada terdadinya hujan,. Faktor yang ketiga yaitu saat memilih daun sebagian terpilih daun yang ternaungi, faktor yang keempat daun yang dilih daun tua yang mana jika daun tua maka butuh waktu lama untuk melarutkan klorofil yang ada pada daun tersebut.






DAFTAR PUSTAKA



 




anonim. (n.d.). Retrieved oktober 29, 2018, from laporan fisiologi karbohidrat pada tanaman: http://andialdiempe.blogspot.com/2014/01/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan_2841.html

anonim. (2016, 08). Retrieved oktober 29, 2018, from LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN Acara VI FOTOSINTESIS (Simpanan Amylum di dalam Daun) : https://bezad97.blogspot.com/2016/08/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan_87.html




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Jati (Tectina grandis)

BAB I PENDAHULUAN   1.1   Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan tertentu.  Pada beberapa kasus kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan.  Dewasa ini penggunaan kayu sudah beralih ke bahan kontruksi lain yang lebih mudah didapatkan. Namun walaupun bahan kayu sudah semakin sulit didapat masih ada beberapa peminat kayu sesuai keperluannya. Karena itulah makalah ini mengangkat tentang kayu sebagai bahan referensi untuk pertimbangan mengggunakan kayu dengan jenis dan ukuran seperti apa. Tumbuhan berkayu muncul di alam diperkirakan pertama kali pada 395 hingga 400 juta tahun yang lalu. Manusia telah menggun...

Model pelaksanaan konservasi Elang Bondol (Haliastur indus) dengan tipe 6 kandang

Model pelaksanaan konservasi Elang Bondol ( Haliastur indus ) dengan tipe 6 kandang Perkandangan berfungsi untuk menyediakan ruang hidup bagi satwa, melindungi satwa dari panas matahari, dingin, angin dan hujan, melindungi satwa dari bahaya dan gangguan luar serta untuk memulihkan keadaan satwa sehingga mempermudah pengelolaan. 1. Kandang Sanctuary Kandang sanctuary ditujukan untuk memelihara elang yang tidak dapat dilepasliarkan ke alam akibat sakit atau ketidaksempurnaan tubuhnya. Di Pulau Kotok Besar terdapat 3 kandang sanctuary yang terdiri dari dua kandang elang bondol dan satu kandang elang-laut perut-putih. Gambar 1 . kandang Sanctuary   Di dalam kandang sanctuary masing-masing terdapat batang tenggeran, kolam pakan dan air bersih, serta batang pohon yang diatur seperti pohon. Fungsi lain dari kandang sanctuary adalah untuk pendekatan pendidikan lingkungan dan memberikan informasi serta pengetahuan kepada masyarakat mengenai burung elang. 2. Kandang...